Jumat, 08 April 2016

Pertumbuhan Ekonomi



           Pertumbuhan ekonomi yaitu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu atau  proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
            Suatu  negara bisa dikatakan makmur karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi, diwujukannya dengan bentuk pendapatan nasional. Semakin besar pendapatan yang diterima di negara tersebut, maka semakin makmur negara tersebut. Perhitungan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa konsep, yaitu: Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), Produk Nasional Netto (PNN), Pendapatan Bebas, perseorangan, dan pendapatan yang dibawa pulang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa salah satu tanda negara makmur adalah dari pendapatan nasionalnya. selain itu, harus dilihat dari kondisi masyarakat atau penduduk negara tersebut. Jika angka penganggurannya masih tinggi dan kemiskinan masih terjadi dimana-mana, maka negara tersebut gagal dikatakan sebagai negara makmur .
            Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena jika pertumbuhan ekonomi baik, maka tingkat pendapatan nasional masyarakatnya juga akan meningkat. Dari peningkatan pendapatan tersebut  akan mampu memenuhi kebutuhan hidup lebih baik.  Sehingga otomatis pengangguran dan tindak kriminal akan berkurang, aksi demonstrasi akibat ketidakpuasan akan kebijakan yang ada pun akan menurun, apabila banyaknya pejabat negara yang tidak menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi serta pemberian bantuan yang tidak merata dan kurang tepat sasaran. Berberapa cara yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu: peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemantapan reformasi birokrasi dan hukum, peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta perluasan lapangan kerja.





Jumat, 18 Maret 2016

Perekonomian Indonesia



         Pendapat saya tentang pentingnya mempelajari perekonomian Indonesia yaitu, karena dari mempelajari perekonomian Indonesia warga negara Indonesia mengetahui posisi perekonomian Indonesia pada saat ini. Sehingga, warga negara Indonesia berusaha menaikan taraf perekonomian Indonesia. Terutama para nitizen negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara lain, dengan memperdulikan aspek-aspek pendukungnya. Indonesia yang mempunyai 13.677 pulau besar yang juga memiliki sumberdaya yang berlimpah dapat dimanfaatkan secara efisien. Hal ini bisa memperbaiki perekonomian Indonesia. Selain itu, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengembangkan suatu sistem ekonomi yang sifatnya kerakyatan namun tetap berdasarkan pada sistem pasar, seperti: warga negara Indonesia yang tetap membeli produk dalam negeri sehingga menambah pemasukan devisa negara. Peran pemerintah pun harus dioptimalkan yang berkaitan dengan layanan publik, regulasi, intensif, subsidi dan lainnya. Dari mempelajari perekonomian Indonesia pun bisa mendapatkan informasi tentang kondisi kesejahteraan serta kebijakan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat.
            Pendapat saya suatu negara dapat dikatakan negara maju jika negara tersebut berdiri sendiri tanpa bergantung dengan negara lain, karena negara maju sudah bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya alam yang baru ataupun yang sudah ada dengan teknologi. Memliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi dan tingkat kesehatan yang sudah baik, juga ciri dari negara maju karena salah satu indikator negara maju berperan penting dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Masyarakat negara maju bisa mengaplikasikan IPTEK dan ilmu lainnya, begitu juga dalam bidang kesehatan mempunyai taraf hidup tinggi yang ditunjang oleh pemerintah lewat sarana/prasarana yang memadai, sehingga masyarakat mempunyai angka harapan hidup lebih tinggi. Contoh negara maju: Singapura, Korea Selatan dan Amerika Serikat
            Pendapat saya suatu negara masih dikatakan berkembang, jika negara tersebut masih bergantung terhadap negara maju karena keterbatasan modal dan teknologi dalam pembangunan yang sedang dijalankan. Tingkat kesadaran hukum dan penghormatan terhadap HAM pun masih rendah, pejabat-pejabatnya masih melakukan kecurangan-kecurangan hukum tanpa rasa malu, seperti melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dan lainnya. Hal ini pun tidak ditindak tegas dalam penegakan HAM. Persebaran penduduk yang menumpuk juga salah satu penyebabnya. Masyarakat banyak namun dalam bidang pendidikan dan kesehatannya masih sangat kurang, sehingga pengangguran terjadi dan angka kematian masih tinggi. Contoh negara berkembang: Mesir, Brasil dan India.
            Pendapat saya suatu negara dapat dikatakan negara miskin karena menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama. 2/3 atau lebih penduduk tinggal di daerah pedesaan. Pemusatan yang berlebihan di bidang pertanian merupakan pertanda kemiskinan. Ketiadaan inisiatif dan wiraswasta juga terjadi dalam negara ini karena terhalang oleh sistem sosial yang menutup daya cipta, kekuatan adat istiadat, ketegaran status dan selalu ada kecurigan pada gagasan baru. Semuanya menjadi tidak ada yang menunjang baik eksperimen maupun inovasi. Pada negara miskin bukan perusahaan swasta saja yang sulit tumbuh, namun perusahaan negeri pun mati karena mekanisme administrasi tidak berkerja secara efisien. Contoh negara miskin: Zimbabwe, Liberia, Afghanistan dan Madagaskar.
            Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional
            Pemerataan pembangunan adalah pembangunan yang dilakukan diberbagai daerah sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan tersebut.
            Pembangunan adalah kata yang digunakan secara meluas dalam semua media massa di seluruh dunia dan merupakan konsep yang kerap kali disebut dan diperbincangkan oleh semu lapisan masyarakat, terutama di kalangan ahli politik, wartawan, orang pemerintahan, pembangunan juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi syarat utama pembangunan.

Jumat, 08 Januari 2016

Agrobisnis





Tugas Pengantar Bisnis
 

Dosen   :  Deasy Dwi Handayani
Nama   :  Syifa Farihah
NPM    :  26215780
Kelas    :  1EB07

Universitas Gunadarma
2015




Pembudidayaan Jamur Tiram
            Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

 

















Ø Persiapan Penanaman Jamur Tiram
            Sebelum melakukan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur. Untuk mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram di dataran rendah dapat dilakukan dengan modifikasi terhadap bahan media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Dalam usaha skala kecil, eksperimen dalam menentukan takaran bahan media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh takaran yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini karena kayu keras banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapatkan serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.
            Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk mengganti serbuk kayu adalah berbagai macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, berdasarkan pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk digunakan tetap serbuk gergaji kayu. Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika memakai bahan yang sudah lama dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien karena bisa memangkas biaya dan cenderung mudah dicari karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur dapat menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menyebabkan pH media menjadi rendah.
            Wadah yang digunakan untuk meletakkan campuran media adalah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai adalah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.
Sterilisasi Bahan                                                                                                                          Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan oven selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua bahan tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium. Air yang digunakan harus air bersih untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar agar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Jadi pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian bagian atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet
Sterilisasi Baglog
            Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya. Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.
Ø Penanaman dan Pemeliharaannya
            Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.
            Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar.

Tumbuhnya Cendawan/ Jamur lain

            Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang. Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.
Ø Panen dan Pasca Panen
            Pemanenan merupakan kegiatan budidaya yang selalu dinantikan oleh pelaku usaha. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.
Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram
            Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 4o hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.
Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram
            Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.
Penyortiran
            Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian bagian tubuh buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pencucian dan pemisahan ini penting untuk dilakukan karena bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada bagian pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada tubuh buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram berdasarkan bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen saat dipasarkan.
Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram
            Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan lama untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya dapat mempertahankan kesegaran jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh karena itu, agar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu lama dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin. 

sumber:
https://penjagagunung.wordpress.com/2013/05/30/teknik-dan-cara-budidaya-jamur-tiram/